Arsip Tag: asal mula kota cianjur

Dongeng Asal Mula Kota Cianjur Perlu Dikaji Ulang

Beberapa waktu belakangan ini saya mencoba mencari tulisan tentang dongeng asal muasa terjadinya kota cianjur yang katanya mirip dengan dongeng di daerah lainnya. Terlepas dari kisah dan bukti kesejarahan yang terdapat dalam sebuah dongeng, namun tetap saja dongeng harus memiliki unsusr rasional yang bisa diterima sesuai dengan kondisi lingkungan dan alam di sekitarnya.

Dari beberapa sumber yang saya dapatkan, terdapat beberapa cerita tentang asal muasal kota Cianjur. Namun yang paling dominan adalah kisah tentang seorang saudagar kaya yang akibat perbuatannya yang serakah dan tidak mau bersedekah kepada seorang, maka desa yang ditinggalinya terendam oleh karena kekuatan kutukan nenek tersebut. Lebih lengkapnya bisa dibaca di website tetangga.

Kisah demikian saya temukan dalam cerita lain, yaitu asal muasal terjadinya Situ (danau) Bagendit di kabupaten Garut. Dalam kisah Situ Bagendit diceritakan seorang wanita kaya bernama Nyi Endit yang karena tidak mau memberi sedekah kepada nenek tua yang datang ke rumahnya, kemudian desa yang ditinggalinya dikutuk sehingga tenggelam menjadi sebuah danau. Situ Bagendit dinamai demikian karena diambil dari nama Nyi Endit yang tenggelam bersama desanya dalam cerita tersebut. Cerita serupa ditemukan juga tentang terjadinya sebuah rawa, namun tidak dijelaskan dimana tepatnya letak rawa tersebut.

Dari perbandingan sederhana dapat dikatakan bahwa dongeng asal muasal kota Cianjur yang tersebar luas di dunia maya sangat mirip, bahkan sama dengan asal muasal Situ Bagendit, hanya bagian akhirnya saja yang berbeda. Kenapa demikian? Tidak ada yang bisa mempertanggungjawabkan beredarnya cerita tersebut. Namun demikian bisa diperkirakan bahwa dongeng asal muasal kota cianjur versi Situ Bagendit ini beredar dari tahun 2000-an. Ketika saya coba mengkonfirmasi kepada sesepuh-sesepuh Cianjur. Mereka tidak pernah mendengar cerita semacam itu.

Pada satu pihak cerita semacam ini cukup baik sebagai khasanah dunia dongeng, namun demikian karena alur dan tokonya sama dengan cerita di tempat lain (dengan perubahan nama dan tempat), nampaknya dongeng asal muasal kota Cianjur perlu dikaji ulang. Dengan demikian, dongeng asal muasal kota Cianjur dapat dipertanggungjawabkan secara sosial-budaya bahkan dari segi geografis.

Cianjur di kaki Gunung Gede – Jawa Barat

Dongeng sasakala Cianjur versi ini tidak dibarengi dengan rasionalisasi Geografis dan letak kota Cianjur yang berada di kemiringan kaki gunung Gede. Dengan kondisi seperti ini, kota Cianjur tidak mungkin tenggelam dalam banjir. Berbeda dengan dongeng situ Bagendit yang secara geografis memang memliki kemungkinan yang cukup kuat sehingga danau dapat terbentuk.

Begitu pula dengan dongeng Sangkuriang atau asal muasal kota Bandung. Dalam dongeng Sangkuriang diceritakan bahwa pernah dibuat sebuah danau besar di sebuah tempat yang kita kenal dengan Bandung dewasa ini. Hal ini dikuatkan dengan bukti fisik geologi dan arkeologi bahwa daerah Bandung merupakan cekungan, sehingga pada jaman dahulu pernah terbentuk sebuah danau raksasa. Lain halnya dongeng asal muasa kota Cianjur dirasa tidak relevan dengan keadaan fisik Cianjur berkontur miring.

Sungai Cianjur

Lebih jauh tentang asal muasal kota Cianjur biasanya tak terlepas dari kedatangan penggagas kota Cianjur yaitu Raden Wiratanu dari kerajaan Talaga, Subang. Barulah dari perjalanan kesejarahan tersebut muncul berbagai dongeng yang sangat erat kaitannya dengan kota Cianjur.

Dongeng-dongeng yang berkaitan dengan asal mula kota Cianjur di antaranya Sasakala Pemandian Badak Putih, Asal Muasal Ayam Pelung, Asal Muasal Padi Pandan Wangi, Raden menikah dengan putri jin, Eyang Surya Kancana, Sasakala Gunung Padang, dll. Cerita-cerita yang banyak berkembang di Cianjur terutama berkaitan dengan kejadian suatu tempat sehingga daerah tersebut diberi nama, atau dalam istilah lain disebut toponimi.

Sebagai rekomendasi, telah diterbitkan sebuah buku yang berisi kumpulan dongeng Cianjur dan telah memperoleh prestasi di tingkat nasional. Buku tersebut merupakan kumpulan dongeng dengan pengkajian sejarah dan sosial-budaya masyarakat Cianjur sehingga dapat dipertanggungjawabkan dengan nyata, sesuai dengan keberadaan kota Cianjur. Untuk melihat buku yang berjudul “Asal-usul Hayam Pelung jeung Dongeng-dongeng Cianjur Lianna” (dalam bahasa Sunda) dapat dilihat di situs www.perceka.dicianjur.com .–iNs-