Arsip Tag: Wawacan

Wawacan Ranggawulung

Judul: Wawacan Ranggawulung
Penyimpan: Museum Sri Baduga
no. inv. : 07.69
Bahan: Kertas folio bergaris
Aksara: Pegon
Bahasa: Sunda
Jml Halaman: 166

Deskripsi Naskah
Keadaan naskah cukup baik, utuh, dan masih dapat dibaca. Naskah ini berukuran 20,6 x 33,5 cm dengan ukuran ruang tulisan 18,2 24,1 cm. Jumlah baris per halaman 16 baris dengan jarak antarbaris 1,6 cm. Naskah ini teksnya berbentuk puisi tembang, ditulis pada 165 halaman dengan menggunakan tinta berwarna hitam, terdapat penomoran pada pias atas tengah. Naskah ini berasal dari Cirebon.

Isi Kandungan Naskah
isi teks naskah Wawacan Ranggawulung menceritakan tokoh bernama Raden Indra Aryaputra atau yang terkenal dengan sebutan Ranggawulung, mulai semenjak kanak-kanak sampai dewasa, serta menceritakan pengembaraan dan perjuangan hidupnya.

Di dalam naskah ini diceritakan tokoh Ranggawulung yang bernama asli Raden Indra Aryaputra, yaitu seorang anak raja dari Kerajaan Negeri Buldansyah. Ayahnya bernama Umbaran dan ibunya bernama Ratna Laelasari. Pada waktu hmil tua, ibunya, Ratna Laelasari, pergi meninggalkan keraton tanpa tujuan dan akhirnya melahirkan Ranggawulung di rumah seorang tua bernama Aki Pangebon.

Referensi

  • Mulyana, Nana dkk. 2008. Katalog Naskah Kuno Museum Negeri Sri Baduga. Bandung: Balai Pengelolaan Museum Sri Baduga

Wawacan Ahmad Muhammad

Judul: Wawacan Ahmad Muhammad
Penyimpan: Museum Sri Baduga (Museum Negeri Jawa Barat)
Kode: 07.38
Bahan: Kertas Eropa
Aksara: Pegon
Bahasa: Sunda
Jml Halaman: 316

Deskripsi Naskah
Keadaan naskah cukup baik, masih utuh, dan masih dapat dibaca. Naskah ini berukuran 17 x 21,5 cm dengan ukuran ruang tulisan 13,2 x 17,6 cm. Jumlah baris per halaman 14 baris dengan jarak antarbaris 0,6 cm. Naskah ini teksnya berbentuk puisi tembang, ditulis menggunakan tinta berwarna hitam dan merah, terdapat 2 lembar pelindung di bagian awal dan akhir, serta penomoran pada pias atas tengah. Naskah yang berasal dari Garut ini kemungkinan teksnya disalin oleh satu orang penyalin. Dalam kolofon dituliskan nama Prawira dari Kebon Kawung, Bandung, selesai ditulis tanggal 11 Sapar 1350 H atau tanggal 21 Maret 1940 M, hari kamis.

Isi Kandungan Naskah
Isi teks naskah Wawacan Ahmad Muhammad, berisi tentang pelajaran hidup mencapai kesejahteraan hidup dan martabat seseorang yang dapat tercapai apabila bekerja keras, rajin, dan berperilaku bijaksana.

Wawacan Ciung Wanara

Judul: Wawacan Ciung Wanara
Penyimpan: Museum Sri Baduga
No. inventaris: 07.27
Bahan: Kertas Eropa
Aksara: Cacarakan
Bahasa: Jawa Kuno
jml. Halaman: 226

Deskripsi Naskah
Keadaaan naskah cukup baik, utuh, dan masih dapat dibaca. Naskah ini berukuran 16,5 x 20,2 cm dengan ukuran ruang tulisan 14,3 x 16,8 cm. Jumlah baris per halaman 14 baris dengan jarak antar baris 1,1 cm. Naskah ini berbentuk puisi tembang, ditulis dengan tinta berwarna hitam dan pungtuasinya menggunakan tinta merah. Terdapat dua lembar pelindung di bagian awal dan akhir, serta penomoran ditulis pada pias tengah. Naskah ini berasal dari Bandung.

Isi Kandungan Naskah
Teks naskah Wawacan Ciung Wanara merupakan karya sastra tassawuf Sunda yang menceritakan realitas ketuhanan dan perjalanan hidup menusia sejak diciptakan sampai dengan kembali kepada-Nya yang disebut mati.

Selain itu, di dalam naskah ini diceritakan pula tentang jenis-jenis alam yang terdiri dari alam ahadiyah, alam wahdah, alam wahidiyah, alam arwah, alam ajsam, alam misal, dan alam insan kamil. Alam-alam ini yang disebut dengan martabat tujuh. Kehidupan manusia di dunia sebagai khalifah Allah mendapatkan emanasi (pancaran) dari sifat dua puluh Allah.

Wawacan Ciung Wanara berisi teks yang dapat memberikan pengertian tentang tunggalnya Allah dan dapat menimbulkan kesadaran terhadap kebesaran dan kekuasaan Allah SWT.